Lewati ke konten utama

Sunat Bayi

FIMOSIS pada BAYI? Tak Perlu Khawatir Proses Penyembuhan Lebih Cepat & Mencegah Terjadinyalnfeksi Saluran Kemih

sunat bayi

Sunat pada usia bayi, Bahaya atau tidak ?

Mengutip American Pregnancy Association, menurut ilmu kedokteran, bayi boleh disunat setelah berusia 4 hari. Apabila lahir di rumah sakit, sunat bayi baru lahir umumnya dilakukan pada 48 jam setelah kelahiran.

Jika lahir di rumah, sunat bayi bisa dimulai hingga 2 minggu setelah lahir, beberapa klinik biasanya melakukan prosedur ini pada saat bayi berusia 7 atau 8 hari. Sunat bayi baru lahir memang direkomendasikan, karena pada bayi yang baru lahir sekitar usia satu minggu, darah yang keluar saat proses sunat masih sedikit. Selain itu, saat masih bayi, pembentukan sel-sel dan jaringan sedang tumbuh dengan pesat.

Sunat pada bayi merupakan salah satu prosedur yang cukup aman dilakukan. Manfaatnya dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih hingga menjaga kesehatan penis.

Captain 2 1 pada halaman Home

Kenali tanda – tanda fimosis pada bayi

Fimosis merupakan kondisi di mana kulup atau kulit yang menutupi kepala penis tidak bisa ditarik ke belakang. Hal itu terjadi, karena penyempitan di ujung kulit depan penis atau terjadi perlengketan kulup.

Fimosis dapat dikenali ketika orangtua memandikan bayinya. Apabila kulup tidak bisa ditarik ke belakang sehingga kepala penis tak terlihat, kemungkinan anak mengalami fimosis. Sejatinya, kulup bersifat elastis.

Diperkirakan 96 dari 100 bayi laki-laki lahir dengan fimosis fisiologis. Pada tahun pertama kehidupan, sekitar 50% anak laki-laki dapat meretraksi preputium hingga sulkus glandularis, angka ini meningkat menjadi 89% pada usia tiga tahun. Pada usia 6-7 tahun terdapat 8% anak yang masih mengalami fimosis, dan sebesar 1% pada usia 16-18 tahun.

Pencegahan Fimosis

Fimosis ini jika menimbulkan keluhan maka harus dilakukan sirkumsisi atau disunat. Sebab, jika semakin lama dibiarkan dapat merusak struktur penis hingga dapat menyebabkan infeksi pada kepala penis.

sunat bayi
Ilustrasi manfaat sunat bayi

Manfaat Sunat Bayi

Masih ragu menyunatkan anak pada usia bayi? Banyak manfaat sunat bayi yang mungkin ayah bunda belum ketahui.

Lebih mudah perawatan lukanya

Keuntungan sunat dilakukan saat bayi adalah mudah perawatannya, terutama saat bayi di bawah 40 hari.

Bayi belum banyak bergerak

Usia tepat sunat sebelum bayi bisa tengkurap. Bayi belum bisa menggerak-gerakkan badan terlalu aktif.

Dapat mempercepat proses penyembuhan

Penyembuhan pasca sunat lebih cepat karena pada bayi baru lahir proses regenerasi sel sangat cepat.

Mencegah infeksi saluran kemih atau fimosis

Menurunkan kemungkinan infeksi saluran kemih berulang dan masalah ginjal hingga sepsis.

Mengurangi risiko kanker penis

Menurunkan risiko kanker penis di kemudian hari, berdasarkan penelitian, pada bayi yang disunat sejak kecil.

Metode Sunat Bayi

Metode Klem

Metode Klem

Alat sekali pakai (klem) melindungi kepala penis saat kulup dipotong. Tindakan cepat (10-20 menit).

  • Tabung & Klem Sekali Pakai
  • Tanpa Jahit & Perban
  • Boleh Langsung Mandi
  • Tindakan Paling Cepat
  • Minimal Perdarahan
  • Hasil Estetis
Lihat Selengkapnya
Metode Flazz Lem

Metode Flazz Lem

Menggunakan lem medis yang aman dan nyaman untuk merekatkan luka sunat secara estetis.

  • Lebih Nyaman (Tanpa Alat)
  • Tanpa Perban
  • Boleh Kena Air Setelah 24 Jam
  • Perawatan Mudah di Rumah
  • Pendampingan via WhatsApp
Lihat Selengkapnya
Metode Flazz Cauter

Metode Flazz Cauter

Menggunakan energi panas elemen logam untuk memotong kulup. Tindakan cepat & minim risiko.

  • Cocok untuk Anak-anak
  • Tidak Sakit (Dengan Anestesi)
  • Minim Pembengkakan
  • Risiko Perdarahan Kecil
  • Tindakan Cepat (15 menit)
  • Penyembuhan Lebih Cepat
Lihat Selengkapnya